PT. MADANI SENTRA MULTIJASA
Jl. Cikini Raya No.70 Menteng 10330 JAKARTA PUSAT
+62 838 0460 7070 / +62 877 8822 2067
+6221 316 1606 / info@ohlinsindonesia.com

OhlinsRacingIndonesia OhlinsRacing_ID OhlinsRacing_ID

SenaAutoPart.com - OhlinsIndonesia.com - Distributor Resmi Suspensi Ohlins

Emosi dan optimisme Lorenzo saat peluncuran Ducati GP17

Petualangan baru untuk Jorge Lorenzo dimulai. Pada Jumat (20/1/2017) pebalap asal Spanyol itu memperkenalkan livery motor yang akan digunakan oleh tim barunya, Ducati, setelah sembilan tahun bersama Yamaha.

Dalam sebuah acara di markas Ducati di Borgo Panigale, Italia, Lorenzo untuk pertama kalinya bisa secara resmi berfoto bersama Ducati Desmosedici GP17. Motor yang akan menemaninya mengarungi petualangan baru di MotoGP.

Peluncuran GP17 itu dilakukan sehari setelah Yamaha memperkenalkan YZR-M1 untuk musim 2017.

"Saya merasa lebih gugup ketimbang saat membalap. Setelah sekian lama, berada di tim baru," ujar pebalap berusia 29 tahun itu penuh emosi saat peluncuran GP17, seperti dikutip GP ONE (20/1).

"Sambutan yang saya terima sangat menggugah. Ini seperti berada di sebuah keluarga."

Lorenzo sebenarnya sudah mulai mencoba GP17 sejak sesi tes pertama di Valencia, Spanyol pada 15 November 2016. Namun kontraknya dengan Yamaha, yang baru berakhir pada Desember 2016, membuat juara dunia MotoGP tiga kali itu baru bisa berbicara soal tim dan motor barunya sekarang.

Menurut Lorenzo, motor yang tengah dikembangkan Ducati tersebut bisa membuatnya tersenyum walau sempat kesulitan saat pertama mencoba.

"Kesan pertama selalu penting dan kesan pertama saya (setelah menguji GP17) luar biasa," jelas Lorenzo kepada Crash.net.

Ia mengaku pada awalnya merasa sangat aneh saat mengendarai motor itu, terutama karena ia sudah terlalu lama terbiasa dengan Yamaha.

"Mereka adalah dua filosofi yang berbeda saat membuat sepeda motor [Ducati dan Yamaha], mulai dari mesin. Ducati memiliki suara berbeda, tenaga berbeda, pun sasisnya memiliki lengan ayun berbeda, setang, aerodinamika, semuanya berbeda," papar Lorenzo.

Ia juga menyatakan mesti agak mengubah gaya balapnya karena GP17 lebih bertenaga saat di jalur lurus. Namun, Lorenzo menegaskan bakal berusaha untuk tetap mempertahankan ciri khasnya saat membalap, yaitu presisi, fokus, luwes, dan cepat di tikungan.

GP17 yang diperkenalkan tersebut bukanlah versi akhir yang akan digunakan Lorenzo dan rekan setimnya, Andrea Dovizioso, pada musim ini. Bos Ducati Corse, Gigi Dall'Igna, menyatakan motor tersebut masih dikembangkan.

"Kita akan melihat motor 2017 sesungguhnya di Qatar," sang general manager Ducati Corse itu.

GP Qatar yang berlangsung 10 Maret di Sirkuit Losail akan membuka musim baru MotoGP.

Dalam siaran persnya, Ducati sedikit membeberkan spesifikasi motor tersebut. Desmosedici GP17 menggunakan mesin 1.000 cc berpendingin cairan, 90 V4, empat-tak, evo desmodromic DOHC, dan empat katup per silinder.

Tenaga maksimal yang dihasilkan diklaim lebih dari 250 hp dan motor bisa melesat hingga lebih dari 350 km/jam.

Rangkanya menggunakan aluminium alloy evo twin-spar. Suspensi depan menggunakan Ohlins inverted 48mm dan peredam kejut yang bisa disetel, juga dari Ohlins, di belakang. Berat bersih motor, sesuai aturan MotoGP, mencapai 157kg.

Ban Michelin 17 inci digunakan di depan dan belakang. Rem depan menggunakan dua cakram karbon 340mm dengan kaliper 4-piston buatan Brembo. Sementara rem belakang menggunakan cakram baja tunggal dengan kaliper 2-piston.

"Stabilitas motor ini mengagumkan. Pengemudiannya tak ada yang menyamai. Motor ini sangat bertenaga. Ia tampak seperti sebuah motor yang gugup, tetapi tidak," jelas Lorenzo kepada Motorsport (20/1).

"Ia mudah untuk dikontrol baik di jalur lurus maupun tikungan. Ini adalah kejutan yang luar biasa."

Walau motor yang akan digunakan membuatnya optimistis akan masa depan bersama Ducati, Lorenzo menyatakan tidak mau terlalu cepat memasang target untuk juara.

Memikirkan soal kemenangan dan gelar juara, menurut dia, adalah sebuah kesalahan besar karena berpotensi membuat kita gugup sehingga akhirnya melakukan kesalahan.

"Saya pikir obsesi kami haruslah untuk meningkatkan paket hari demi hari dan pekan demi pekan. Paket yang saya maksud adalah pebalap, tim, dan khususnya motor," kata Lorenzo.

"Hanya dengan seperti itu, memiliki paket terbaik di kategori, kita bisa menjadi juara dunia."

Sumber: https://beritagar.id/artikel/otogen/emosi-dan-optimisme-lorenzo-saat-peluncuran-ducati-gp17